kliping
Kelompok
VI

Kelompok VI
Nama Ketua : Nadira jaya setiawan
Anggota: Muh.Helmy
Muh.Rizky Maulana
Angga dwi yustiar
Gilang
handika R.
Martha Duari
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmatdan karunia-Nya saya
masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan kliping ini.Tidak
lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telahmemberikan
dukungan dalam menyelesaikan kliping ini.Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan kliping ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yangmembangun. Dan semoga sengan selesainya kliping ini dapat bermanfaat bagi pembaca
dan teman-teman.
Penulis

Nadira jase
A.Kejujuran
A.Pengertian
Kejujuran
Kejujuran atau
jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya,
apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada
itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih
hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu
dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus
sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau
kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung
dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.
Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.
B.Contoh
Kejujuran
Amanah dalam perniagaan dan
pekerjaan Tersebutlah seorang anak berjiwa
kuat dan jujur bernama Abdullah bin Mas'ud atau lebih terkenal dengan nama Ibnu
Mas'ud. la adalah seorang penggembala kambing yang cekatan. Ratusan kambing ia
tangani dan tidak satu pun luput dari pengawasannya. la pula yang mengatur
makan dan minuman gembalaannya tersebut.
Pada suatu
ketika Rasulullah saw. dan Abu Bakar r.a. lewat di sebuah padang yang luas
tempat Ibnu Mas'ud menggembalakan kambingnya. Mereka melihat kambing-kambing
gembalaan Ibnu Mas'ud yang gemuk dan sehat. Merasa dahaga dan lelah,
terbesitlah dalam pikiran mereka berdua untuk meminum susu kambing
gembalaan tersebut.
Mereka berdua menghampiri Ibnu Mas'ud yang terlihat sibuk mengatur kambing-kambingnya. Ketika ditanya adakah kambing yang dapat diperah susunya, Ibnu Mas'ud mengiyakan.
Namun, sayangnya, Ibnu Mas'ud tidak bisa memberikan kepada mereka. Bocah itu berkata, "Susu itu ada, tetapi sayang mereka bukan milikku. Kambing-kambing ini hanyalah amanah dari orang lain yang dititipkan kepadaku."
Ibnu Mas'ud hanyalah seorang penggembala yang mengurus kambing-kambing milik Uqbah bin Abi Mu'ith, seorang musyrik yang bertetangga dengan Rasulullah saw.
Rasulullah saw sangat bahagia dengan jawaban bocah penggembala tersebut. Padahal, saat itu Ibnu Mas'ud belum memeluk Islam . Beliau salut bahwa keteguhan prinsip pada dirinya dapat mencegahnya dari perbuatan khianat atas kepercayaan yang diamanahkan kepadanya.
Ini adalah bukti kebersihan hati yang akan memudahkannya menerima kebenaran Islam. Oleh karena itu, Rasulullah saw berusaha menjaga prinsip mulia bocah tersebut dan menunjukkan kekuasaan Allah SWT kepadanya agar tergerak untuk mengikuti Al-lslam.
Selanjutnya, Rasulullah saw. mengambil anak kambing betina yang belum dapat mengeluarkan susu. Kemudian Rasulullah saw. mengucapkan basmalah sambil mengusap puting susu kambing tersebut. Mukjizat pun terjadi, air susu memancar dari kambing kecil betina tersebut. Allahu Akbar!
Ibnu Mas'ud terperangah menyaksikan keajaiban luar biasa di depan matanya. Kemudian ia memohon kepada Rasulullah saw agar mengajarkan kepadanya beberapa ayat Al-Qur'an. Dengan senang hati, Rasulullah saw mengajarkan beberapa ayat Al-Qur'an kepadanya.
Seperti yang diharapkan, Ibnu Mas'ud menjadi orang keenam yang masuk Islam di awal permulaan syiarnya. Dia selalu belajar dan belajar kepada Rasulullah saw. di Darul Arqam tempat kaum muslimin bertemu secara diam-diam agar aman dari kezaliman kaum musyrikin Quraisy.
Mereka berdua menghampiri Ibnu Mas'ud yang terlihat sibuk mengatur kambing-kambingnya. Ketika ditanya adakah kambing yang dapat diperah susunya, Ibnu Mas'ud mengiyakan.
Namun, sayangnya, Ibnu Mas'ud tidak bisa memberikan kepada mereka. Bocah itu berkata, "Susu itu ada, tetapi sayang mereka bukan milikku. Kambing-kambing ini hanyalah amanah dari orang lain yang dititipkan kepadaku."
Ibnu Mas'ud hanyalah seorang penggembala yang mengurus kambing-kambing milik Uqbah bin Abi Mu'ith, seorang musyrik yang bertetangga dengan Rasulullah saw.
Rasulullah saw sangat bahagia dengan jawaban bocah penggembala tersebut. Padahal, saat itu Ibnu Mas'ud belum memeluk Islam . Beliau salut bahwa keteguhan prinsip pada dirinya dapat mencegahnya dari perbuatan khianat atas kepercayaan yang diamanahkan kepadanya.
Ini adalah bukti kebersihan hati yang akan memudahkannya menerima kebenaran Islam. Oleh karena itu, Rasulullah saw berusaha menjaga prinsip mulia bocah tersebut dan menunjukkan kekuasaan Allah SWT kepadanya agar tergerak untuk mengikuti Al-lslam.
Selanjutnya, Rasulullah saw. mengambil anak kambing betina yang belum dapat mengeluarkan susu. Kemudian Rasulullah saw. mengucapkan basmalah sambil mengusap puting susu kambing tersebut. Mukjizat pun terjadi, air susu memancar dari kambing kecil betina tersebut. Allahu Akbar!
Ibnu Mas'ud terperangah menyaksikan keajaiban luar biasa di depan matanya. Kemudian ia memohon kepada Rasulullah saw agar mengajarkan kepadanya beberapa ayat Al-Qur'an. Dengan senang hati, Rasulullah saw mengajarkan beberapa ayat Al-Qur'an kepadanya.
Seperti yang diharapkan, Ibnu Mas'ud menjadi orang keenam yang masuk Islam di awal permulaan syiarnya. Dia selalu belajar dan belajar kepada Rasulullah saw. di Darul Arqam tempat kaum muslimin bertemu secara diam-diam agar aman dari kezaliman kaum musyrikin Quraisy.
B.Tanggung
jawab
A. Pengertian tanggung Jawab
Tanggung jawab
menurut kamus bahasa indonesia adalah, keadaan wajib menaggung segala sesuatunya.
Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah
berkewajiban menaggung, memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung
akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup manusia ,bahwa setiap manusia di bebani dengan tangung jawab.apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.
Tanggung jawab adalah cirri manusia yang beradab.manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan .
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup manusia ,bahwa setiap manusia di bebani dengan tangung jawab.apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.
Tanggung jawab adalah cirri manusia yang beradab.manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan .
B.Contoh
tanggung jawab
1.Tanggungjawab terhadap diri sendiri
Contoh : sesorang harus menjaga dirinya sendiri dari segela perbuatan yang merusak dirinya misalnya menjaga diri agar terhindar dari narkoba, menjaga diri dari bahaya sekitar. Apabila kita tidak dapat menjaga diri sendiri maka kita akan mempertanggung jawabkan semua hasil perbuatan buruk kita, tentunya hal tersebut akan sangat merugikan diri kita sendiri.
2.Tanggung jawab terhadap Keluarga
Contoh : seorang kepala keluarga bertanggung jawab menafkahi keluarganya, karena ini merupkan kewajiban dari kepala rumah tangga.
1.Tanggungjawab terhadap diri sendiri
Contoh : sesorang harus menjaga dirinya sendiri dari segela perbuatan yang merusak dirinya misalnya menjaga diri agar terhindar dari narkoba, menjaga diri dari bahaya sekitar. Apabila kita tidak dapat menjaga diri sendiri maka kita akan mempertanggung jawabkan semua hasil perbuatan buruk kita, tentunya hal tersebut akan sangat merugikan diri kita sendiri.
2.Tanggung jawab terhadap KeluargaContoh : seorang kepala keluarga bertanggung jawab menafkahi keluarganya, karena ini merupkan kewajiban dari kepala rumah tangga.
Contoh :
seorang yang tinggal di dalam masyarakat harus mentaati semua aturan yang telah
di tetapkan misalnya : sikamling jaga malam,apbila hal ini tidak dilakukan maka
orang tersebut kan menerima sanksi.
Contoh :
mematuhi semua peraturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah dan bila tidak
dipatuhi maka akan mendaptakan sanksi dari pemerintah sesuai pelanggaran yang
dilakukan. Selain itu ikut menjaga kesatuan dan keanaekaragaman bhineka tunggal
ika.
5.Tanggung jawab terhadap Tuhan
Contoh : menjalankan semua peritahnya dan menjauhi segala larangannya.karena apabila kita melanggar kita akan mendpat ganjaran di akhirat.
5.Tanggung jawab terhadap TuhanContoh : menjalankan semua peritahnya dan menjauhi segala larangannya.karena apabila kita melanggar kita akan mendpat ganjaran di akhirat.
C.keberanian
A.Pengertian
Keberanian
Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristoteles mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.” Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.
Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristoteles mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.” Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.
B.Contoh Keberanian
Macam-macam
keberanian:
- # Jihad fi sabilillah.
- # Berani melawan penguasa
yang dhalim.
- # Berani menahan amarah.
- # dll...
Sumber
keberanian: Menurut Ro'ib Abdul ha dalam bukunya "Mamarotul hak",
sedikitnya ada 7 faktor keberanian:
- 1. Rasa takut paada Allah. (Al
Ahzab : 39 -> "(yaitu) orang-orang yang menyapaikan
risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada
merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah
sebagai Pembuat Perhitungan.") Mereka mempunyai keberanian karena
yakin Allah pasti akan memberikan pertolongan dan perlindungan. Bila ada
orang yang menakut-nakuti, mereka akan menjawab: "Cukuplah Allah
menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.
- 2. Lebih mencintai Akherat. (At
Taubah : 38 ->
"Hai
orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu:
"Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa
berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia
sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini
(dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.").
- 3. Tidak takut pada kematian.
(An
Nisaa : 78 -> "Di mana saja kamu berada, kematian akan
mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi
kokoh.."). Kita sudah sering mendengar para mujahid, mereka tidak
takut pada kematian dan mendambakan mati syahid. Maka mereka tidak gentar
melawan musuh yang jauh lebih banyak dan canggih peralatannya.
- 4. Tidak ragu-ragu. Nabi SAW
bersabda: "Tinggalkanlah apa-apa yang meragukanmu (membuatmu ragu)
pada apa-apa yang tidak meragukanmu (membuatmu ragu). Ini sudah jelas,
mari kita ambil sebuah contoh. Ada dua orang, si A dan si B, keduanya
pandai memanah. Namun si B lebih pesimis dia akan sanggup memanah dengan
tepat. Maka hasilnya bisa ditebak sendiri.
- 5. Tidak menomer satukan
materi.
- 6. Tawakal dan yakin pada
Allah. (At
Talak : 3 -> "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya
Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.". Kita sudah dapat mengambil
kesimpulan dari beberapa poin di atas, keyakinan pada Allah akan membawa
keberanian.
- 7. Hasil pendidikan. Ini
harus kita tanamkan sejak kecil pada anak-anak kita. Tidak takut pada
takhayul, mitos, dan sejenisnya. Lalu kita tanamkan keberanian untuk
berkata jujur, menghadapi permasalahan, bertanggung jawab, dan memerangi
musuh-musuh Islam.
Memang,
keberanian adalah salah satu anugerah dari Allah yang terbesar. Kita harus
selalu bersyukur dan berjuang di jalan-Nya dengan keberanian.
Sumber:



21.20
Nanaja
,


